Rafting di Malang Lebih dari sepekan demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir berlangsung. Mubarak berjanji tidak akan maju dalam pemilihan presiden mendatang dan tidak akan mendukung keluarganya yang ikut pemilu. Tapi janji itu tidak cukup bagi rakyat Negeri Piramida. Mereka kukuh Mubarak harus angkat kaki.
Rafting di Malang tetap bertahan dengan alasan tidak ingin terjadi kekacauan di Tanah Airnya. Namun lebih dari 300 orang tewas akibat bentrok yang menjadi buntut dari demonstrasi anti Mubarak. Kendati AS menyerukan transisi teroganisir di Bumi Paraoh itu, namun AS tidak tegas meminta Mubarak memenuhi tuntutan rakyat. AS terkesan ragu-ragu.
"AS saya lihat ragu-ragu. Barack Obama masih mencari kata-kata. Mesir di-back up oleh negara Barat. Kalau Rafting di malang dan penggantinya adalah dari kalangan Ikhwanul Muslimin, AS tidak mau," ujar pengamat Timur Tengah dari UGM Siti Mutiah Setiawati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar