Senin, 08 Agustus 2011

Artikel Motivasi: Kisah Sebuah Batu Kusam

Artikel Motivasi : Kisah Sebuah Batu Kusam

Post by : Outbound Malang

Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan digunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna cokelat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relative lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.
Dibawanya batu itu ke rumahnya, dipotong dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaannya yang kasar dari batu tersebut dan dipoles.
Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.
Hikmah:
Sebenarnya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaab yang dating untuk menempa kita.
Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datang dari Sang Khalik untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar.
Sekarang mari kita pikirkan, dimanakan posisi kita? Apakah seonggok batu tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang Mahal?

Minggu, 10 April 2011


Arif mengungkapkan satu atau dua orang pedagang yang berusaha berjualan dengan melempar tas atau bawaannya melewati pagar. Kemudian berjualan di dalam setelah masuk bak pengunjung biasa.

"Mereka jualan di beberapa spot. Jualanannya macam-macam. Ada dompet, sabuk, tas, banyaklah," katanya.

Bahkan Arf menyebut, ada juga pedagang yang sudah berada di dalam area taman sejah dini hari sebelum petugas berjaga. "Jadi mereka sudah ada di dalam sejak subuh sebelum petugas masuk," katanya.Outbound malang

Untuk memperketat pengawasan, Arif pun mengatakan akan melakukan penjagaan lebih ketat dengan bekerjasama dengan Satpol PP.Outbound malang

Rabu, 30 Maret 2011

outboundElectronic Road Pricing (ERP) atau di beberapa Negara Eropa dikenal sebagai Congestion Charge (CC) merupakan bentuk pengaturan kepadatan lalulintas yang berbasis pada teknologi informasi dan pengenaan tarif. Biasanya ERP/CC diterapkan di daerah tertentu, misalnya di pusat kota, dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan, mempercepat laju kendaraan dan mengurangi emisi gas buang di daerah tersebut.

outboundPengendara kendaraan bermotor jika memasuki wilayah ERP/CC akan dikenakan biaya (charge) dengan berbagai metode. Dana yang didapat dari pengguna jalan harus digunakan untuk pengembangan dan pembangunan sistem transportasi khususnya transportasi publik, tidak boleh masuk pendapatan daerah yang nantinya dapat digunakan untuk apa saja, termasuk pembelian seragam dan dana representasi Gubernur  yang mahal. Semakin mahal tarif ERP/CC, maka diharapkan akan semakin sedikit kendaraan yang melalui wilayah tersebut.

Minggu, 13 Februari 2011

Kasembon Rafting Malang

Kaesmbon Rafting di Malang Inilah musim revolusi, ketika kulminasi kemarahan meledak mencari bentuknya. Saat tiran dengan jubah demokrasi memahat kepalsuan dalam bahasa politis yang tertata. Suara rakyat dianggap angin lalu, tuntutan perut yang lapar dan dapur tak mengepul, kasembon rafting di malang sementara hak-hak politik terinjak oleh nafsu tahta dibalik tangan besi yang menggurita. Maka revolusi adalah jalan terbaik. Mesir dan Tunisia telah membuktikan.

Kekuatan gerakan massa memperlihatkan kasembon rafting di malang kedigdayaannya. Jika 13 tahun silam (1998),
elemen mahasiswa dan masyarakat Indonesia berhasil menggulingkan rezim Orde Baru
yang dikomandoi oleh Soeharto, Jum'at (11/2) petang kemarin, gerakan massa rakyat
Mesir sukses memaksa Rezim Housni Mubarak meninggalkan istananya. Sukses Mesir
tidak bisa dilepaskan dari rangsangan revolusi serupa di Tunisia satu bulan sebelumnya.

Rafting di Malang

Rafting di Malang Lebih dari sepekan demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir berlangsung. Mubarak berjanji tidak akan maju dalam pemilihan presiden mendatang dan tidak akan mendukung keluarganya yang ikut pemilu. Tapi janji itu tidak cukup bagi rakyat Negeri Piramida. Mereka kukuh Mubarak harus angkat kaki.

Rafting di Malang tetap bertahan dengan alasan tidak ingin terjadi kekacauan di Tanah Airnya. Namun lebih dari 300 orang tewas akibat bentrok yang menjadi buntut dari demonstrasi anti Mubarak. Kendati AS menyerukan transisi teroganisir di Bumi Paraoh itu, namun AS tidak tegas meminta Mubarak memenuhi tuntutan rakyat. AS terkesan ragu-ragu.

"AS saya lihat ragu-ragu. Barack Obama masih mencari kata-kata. Mesir di-back up oleh negara Barat. Kalau Rafting di malang dan penggantinya adalah dari kalangan Ikhwanul Muslimin, AS tidak mau," ujar pengamat Timur Tengah dari UGM Siti Mutiah Setiawati.